Kopi & Susu

 Aku peminat kopi

tapi apalah kopi tanpa susu

apalah susu tanpa kopi


Sambil menghirup aromanya 

kucicip seteguk melayang angan

menongkah arus waktu

suatu ketika dulu


Ketika diri masih gagah

jiwa masih basah, basah dengan angan

mengenggam dunia, azam membara


Bukan dirancang tetapi ketentuan

Aqad disusun ijab qabul dipateri

tiga lima dihitung-hitung

tiga dua menjadi

lima sudah penyeri mata hati


Namun lumrah bahtera berlayar

terumbang-ambing dipukul badai

justeru teguhnya nakhoda

mengemudi pasti


Kini di usia setengah abad

berlalu sudah dua dekad

kusedar

secubit garam menawar pahitnya kopi

menambah aroma dan manis


Lantas 

kubilang lagi


Aku peminat kopi

tapi apalah kopi tanpa manisnya susu

apalah susu tanpa pahitnya kopi





Dr Muhammad Ridha

19 Ogos 2021

Beranang

Comments

Popular posts from this blog

Lapar menjadi Bahasa, Haus menjadi Doa

Picagari

Barah