Nur Ridha
Photo by Luis Dalvan
seringkali
kau dan aku
silih berbeda rasa
kau dengan rajukmu
aku dengan kepongahanku
saling memungut butir
dalam kacau jiwa kusut fikir
membekas luka dan parut
sepertinya tiada penghujung
namun, tatkala
renyai hujan membasahi
gersang lahan hati
diselimut bujuk rayu, menyelinap
sulur kerinduan memaut belahan jiwa
menyulam sehelai kemaafan
di dasar nuansa rasa
zahir secebis harap
mendambakan seberkas silir
nur ridhaNya
Ibn Abdullah
Beranang
12 Ogos 2022

Comments
Post a Comment